Rambutmu yang berkibar dalam gelombang taman purbani
Menari dalam lingkaran cahaya bernyanyi. Ada ruang sunyi
Dalam puing api di negeri sendiri
Hari-harimu membangun biografi duri abadi
Mencadai gerimis dalam dendang tanah ini
Saling meremas ketelanjangan diri. Dingin ditinggal sepi
Wajahmu seperti dentingan kecapi
Membelah mimpi dengan jemari.
Menggumpal tanah persengketaan bumi.
Kau tumpas segala nyeri
Walau belum kau pahami. Kemanusiaan zaman ini
Cuma kursi, syahwat dan dasi
Sastra Mandiri, tbh: 9-7-2010


Tidak ada komentar:
Posting Komentar